
KMIPANews, Pos pemeriksaan Beituna, Palestina (AFP/ANTARA) - Bentrokan meletus dekat Ramallah, Selasa ketika sekitar 1.000 warga Palestina berkumpul untuk memperingati "malapetaka" yang menimpa mereka ketika Israel didirikan tahun 1948.
Bentrokan-bentrokan di pos pemeriksaan Beitunia dekat penjara militer Ofer dimulai ketika orang-orang berkumpul untuk unjuk-unjuk rasa tahunan 15 Mei untuk mengenang "Nakba" ketika ratusan ribu warga Palestina melarikan diri atau diusir dari rumah-rumah mereka dalam perang yang disusul dengan deklarasi kemerdekaan Israel.
Ketika massa semakin banyak berkumpul, para pemuda melemparkan batu-batu ke pasukan Israel yang melepaskan tembakan gas air mata dan peluru-peluru karet dalam usaha membubarkan demonstrasi itu, kata seorang koresponden AFP.
Terlihat banyak muka mereka berlumuran darah ketika mereka mengibarkan bendera-bendera hitam dan meneriakkan slogan-slogan marah.
Bentrokan juga terjadi di pos pemeriksaan Qalandiya selatan Ramallah, tempat para pemuda melemparkan batu ke pasukan Israel, yang menembakkan gas air mata dan peluru karet untuk membubarkan mereka, kaya para wartawan AFP.
Satu sumber di rumah sakit pemeriatah Ramallah kepada AFP mengatakan 17 orang cedera, 15 orang di Beituna dan dua lainnya di Qalandia.
Tetapi bentokan tahun ini umumnya berskala rendah, dan berlainan dengan kejadian-kejadian Nakba Day tahun 2011 ketika ribuan orang melanggar perbatasan-perbatasan utara Israel, yang memicu tentara melepaskan tembakan menewaskan 10 orang dan mencederai ratusan orang lainnya.
Sebelumnya, sirene berbunyi di seluruh Ramallah dan orang-orang mengheningkan cipta satu menit sebelum ratusan orang berkumpul di Taman Jam untuk melakukan unjukrasa.
Di seluruh kota itu, mobil-mobil memasang bendera-bendera hitam membawa gambar bertuilis kan "kembali" dalam bahasa Iggris dan Arab untuk mengingatkan kembali rumah-rumah yang mereka tinggalkan atau diambil paksa yang kini berada di Israel, kata seorang koresponden AFP.
"Al Nakba adalah satu peristiwa suram yang masyarakat internasional harus gunakan untuk meluruskan ketidak adilan sejarah yang menimpa rakyat Palestina," kata perunding Palestina Saeb Erakat dalam satu pernyataan.
"Jika Israel benar-benar menginginkan perdamaian dan solusi dua negara, Israel harus mengakui hak dan penderitaan warga kami," katanya.
Lebih jauh di utara, ribuan orang berkumpul di kota Nablus mengibarkan bendera-bendera menyerukan pengembalian hak Palestina, dengan jumlah yang sama juga dilakukan di kota Al Khalil (Hebron) di selatan.
Mereka juga memuji keberhasilan aksi mogok makan para tahanan Palestina di penjara-penjara Israel,yang berakhir Senin.
Peringatan tahun ini ditanda satu protes mogok makan oleh 1.550 tahanan Palestina, sebagian besar dari mrreka menolak makan antara empat dan 11 minggu.
Tetapi dalam perkembangan saat-saat terakhir Senin malam para pemimpin tahanan menandatangani satu perjanjian dengan Israel,setuju menghentikan mogok makan mereka dengan imbalan bagai perbaikan kondisi mereka.
Di Jerusalem timur yang dianeksasi Israel, bentrokan meletus di Issawiya antara polisi dan pengunjuk rasa yang melemparkan batu, dengan empat oranag ditahan, kata polisi dan seorang korespionden AFP.
Di tengah Kota Gaza, ribuan orang ikut dalam unjuk rasa yang diselenggarakan gerakan Hamas yang menguasai kota itu.
Di seluruh wilayah-wilayah itu, satu pemogokan umum dilakukan, yang sebagian di sejumlah kota dan desa Arab di Israel, kata para pejabat.
Para warga Israel keturunan Arab , yang sering memperingati ulang tahun Hari Kemerdekaan Israel, Selasa memperingati Nakba Day di kota Umm al-Fahm di utara pada petang hari, kata penyelenggara.
Polisi Israel, yang bersama tentara secara rutin berada dalam siaga tinggi pada Nakba Day, mengonfirmasikan ada prrkelahian di dan sekitar Jerusalem timur, tetapi mengatakan hanya empat orang ditahan.
Seorang juru biiara militer Israel mengatakan bentrokan-bentrokan terjadi di tiga daerah utama: di Qalandia, di mana sekitar 150 orang melemparkan batu-batu, di Beitunia di mana 350 orang "melemparkan batu-batu," dan di Makam Rachel dekat Bethlehem di mana 200 orang terlibat bentrokan dengan pasukan keamanan.
Dua tentara cedera ringan, katanya.
Lebih dari 760.000 warga Palestina, diperkirakan sekarang berjumlah 4.8 juta orang bersama dengan keluarga mrreka-- lari atau diusir dari rumah-rumah mereka.
Sekitar 160.000 warga Palestina masih tiggal di Israel dan kini dikenal sebagai warga Israel Arab. Mereka sekarang berjumlah sekitar 1.3 juta orang, atau sekitar 20 persen penduduk negara Yahudi itu. (jk)